Ironis, Kapitalisasi di indonesia masih berjamur bahkan ke ranah desa sekalipun

Image

Selasa, 10 September 2013

Oleh Muhammad Yasin Fadilah 

KOMPASIANA – Kapital, apa sih yang disebut kapital? dan kenapa sih banyak orang sering menyebut kapital? dan orang yang kapitalis itu biadab pemikiran ekonominya? hanya menguntungkan sepihak saja.

Kapital adalah modal modal tersebut biasanya dipakai di kalangan para pengusaha, ekonom, dll

Disaat masa pemerintahan sekarang yang amburadul tak jelas arah nya kemana, disaat para buruh bersorak mempertahankan hak asasinya sebagai buruh yang terus menerus ditindak oleh kaum kapitalis justru ada stitik kisah yang sangat pilu dari sosoknya yang lugu sebagai seorang petani kecil dengan penghasilan minim dengan segala pengalamannya di kehidupan yang kejam ini dia sanggup bertahan lama.

Ini terjadi saat pagi tadi saat saya sedang mengobrol di suatu desa di kota bogor dengan pedagang yang awalnya petani sekarang beralih profesi karena opsi kehidupan yang mendesak beliau untuk tetap hidup dalam segala keterbatasan yang ada.

sebut saja bapak iman dia seorang pedagang buah keliling yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari tanah dan pertanian baik itu padi, buah-buahan dan yang lainnya.kisah pilu ini berawal ketika pak iman ini pada tahun 2008 lalu sedang membajak sawah kaum feodal yang mempunyai hak penuh terhadap tanah tersebut dan menikmati hasilnya pula. ketika itu beliau sedang membereskan sisa-sisa tanaman padi yang ditumbuhinya di ladang orang feodal tersebut datang seorang pria dengan gagahnya memakas pekerjaan bapak iman tersebut. dia menanyakan sebagian sewa tanah yang belum terbayar oleh pak iman karena sewa menyewa tanah tersebut sudah biasa dilakukan oleh kaum feodal dengan alih dalih memiliki hak atas tanah tersebut. pak iman bingung tak ketulungan bak ditanya perihal sewa menyewa tanah yang dimaksdukan bapak tersebut padahal seingatnya sudah terbayar lunas untuk sewa menyewa tanah. alhasil pak iman diseret ke luar dari sawah tersebut dan berbincang sebentar untuk persoalan sewa menyewa tanah tersebut. tidak adanya bukti pembayaran memberatkan pak iman saat itu maklum sudah lanjut usia jadi beliau termakan usia sehingga tidak mengerti mekanisme yang benar jadi gampang tertipu. setelah lama mengobrol akhirnya keputusan sepihak dikeluarkan oleh si bapak tadi dengan segala dasar agar bisa tanah tersebut tidak di kerjakan lagi oleh pak iman mungkin sewa orang lain lebih besar dari tawaran sewa pak iman dulu sewaktu negosiasi pak iman dilarang keras untuk menanam sekecil apapun tanaman/buah/sayuran di tanah miliknya lagi.

ini sama halnya dengan rusia pada waktu dulu sekitar tahun 1905-1917 pada masa itu kaum petani menguasai 84 % oposisi suara dan pekerjaan mayoritas rakyat rusia pada waktu itu petani yang dipimpin oelh lenin ketua partai bolsheviek (mayoritas) yang memegang teguh anti kapitalis yang menjamur di rusia pada awal tahun sembilan puluhan tersebut.

ironis memang, ketika rakyat rusia sudah melewati masa masa kapitalisasi justru indonesia baru mengalami hal yang sama ketika dulu dijajah oleh para komune biadab.

saya pikir, masalah ini bisa menjalar ke perkampungan itu tidak menjadi logis, disaat para feodal menguasai tanah, kaum petani yang pas-pasan kena imbasnya inilah kejamnya kapitalisasi yang semakin hari semakin menjamur di indonesia. penanaman karakter ini juga menjalar ke anak muda yang semakin hari semakin cerdik dengan segala statement nya.

sangat disayangkan kalau sampe indonesia terjeblos lagi ke tatanan penjajahan yang saya pikir tak terasa, cara halus lebih dijalani guna melihat perspektif para kaum pemuas harta apalagi di tahun 2015 nanti indonesia menjadi tuan rumah perdagangan bebas dunia. semakin menjadi tamu saja kita, semakin diinjak sama nanti bahkan pulang ke rumah saja harus permisi kepada kaum kapitalis yang biadab.

Ironis, sanagat ironis tindakan presiden pun tidak tegas, birokrasi juga terpangkas flat dengan berbagai souvenir-souvenir yang menggugah nafsu. makin tersiksa saja kaum kecil, makin tertindas saja kaum proletar maka benar kata lenin

“Kebebasan politik, tidak akan kesejahteraan kaum buruh, kaum proletar, dan kaum tani, melainkan hanya meningkatkan perjuangan kaum buruh, kaum kecil dll melawan kaum borjuis”.

Demikian kilasan saya terima kasih apabila ada kesalahan mohon dikoreksi “still beginner”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s