SISTEM PEMILIHAN UMUM

 

Pemilihan umum (pemilu) merupakan salah satu sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang berdasarkan demokrasi perwakilan (Cholisin, dkk, 2007: 128). Berikut akan dipaparkan klasifikasi pemilihan umum dan implementasi sistem pemilihan umum di Indonesia.

1. Klasifikasi Sistem Pemilihan Umum

Dalam sistem pemilihan umum terdapat dua jenis (prinsip pokok), yaitu:

a. Single member Constituency (Sistem Distrik)

Sistem distrik merupakan sistem pemilihan yang paling tertua didasarkan atas kesatuan geografis. Setiap kesatuan geografis (yang biasanya disebut “distrik” karena kecil daerah yang tercakup) memperoleh satu kursi parlemen. Untuk keperluan itu, negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan yang setiap distrik tersebut kira-kira memiliki jumlah penduduk yang sama. Satu distrik menjadi bagian dari satu wilayah dan hanya berhak atas satu kursi serta kontestan yang memperoleh suara terbanyak menjadi pemenang tunggal (atas dasar pluralitas suara).

b. Multi member Constituency (Sistem Proporsional)

Dalam sistem ini, satu wilayah besar (yaitu daerah pemilihan) memilih beberapa wakil. Satu wilayah dianggap sebagai satu kesatuan, dan dalam wilayah itu jumlah kursi dibagi sesuai jumlah suara yang diperoleh oleh para kontestan, secara nasional, tanpa menghiraukan distribusi suara itu. Maksudnya adalah jumlah suara yang diperoleh secara nasional setiap partai menentukan jumlah kursinya di parlemen (Budiarjo, 2008: 461-163)

2. Implementasi Sistem Pemilihan Umum di Indonesia

Sistem pemilihan umum yang dilakukan oleh negara Indonesia adalah sistem pemilihan umum proporsional. Hal ini dapat kita cermati dalam praktik pemilihan umum yang sudah terjadi. Menurut kami, sistem pemilihan umum proporsional sesuai untuk kondisi Indonesia yang sangat pluralistik (keanekaragaman budaya politik dan sosial). Kondisi Indonesia dengan pluralitas budaya politik menjadikannya menganut sistem multi partai dan dalam sistem pemilihan umum proporsional memberikan kesempatan yang luas bagi pertuimbuhan partai-partai dan golongan-golongan baru.selain itu, partai-partai kecil dapat menarik keuntungan dari ketentuan bahwa kelebihan suara yang diperolehnya di suatu daerah pemilihan dapat ditarik ke daerah pemilihan lain untuk menggenapkan jumlah suara yang diperlukan guna memenangkan satu kursi (ciri sistem proporsional). Berbeda dengan sistem distrik, dimana suara yang lebih kecil (bukan pluralitas suara) dianggap hilang.

 

Orang yang bangun siang lebih sukses karirnya

Jakarta, Tidur larut malam dan kebiasaan begadang sering disebut-sebut tidak baik bagi kesehatan. Anehnya, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan kebiasaan yang dianggap buruk tersebut justru meningkatkan kecerdasan, penalaran hingga kemampuan analitik.

Para peneliti dari University of Madrid meneliti hampir 1.000 orang remaja dan menemukan bahwa orang yang suka terjaga hingga larut malam lalu bangun siang memiliki beberapa kualitas yang lebih unggul dibanding yang tidur lebih dini, terutama aspek kecerdasan, penalaran, pemikiran konseptual dan analitis.

Orang yang sering bangun pagi memiliki nilai yang lebih tinggi di sekolah. Tapi untuk masalah kesuksesan karir, peneliti menemukan orang yang bangun siang lebih unggul. Peneliti menduga bahwa kecenderungan ini disebabkan karena perilaku yang dilakukan setelah matahari terbenam cenderung menarik orang dengan rasa ingin tahu yang besar.

“Orang yang bangun siang cenderung menjadi orang yang lebih kreatif, ekstrovert, penyair, seniman dan penemu. Sedangkan yang bangun pagi lebih banyak berpikir deduktif seperti yang sering dilakukan pegawai negeri dan akuntan,” kata Jim Horne, profesor psikofisiologi di Loughborough University seperti dilansir Medical Daily, Kamis (28/3/2013).

Untuk membandingkan kedua tipe orang ini, Horne menegaskan ada 2 perbedaan yang mencolok. Orang yang tidur lebih larut malam dan bangun siang cenderung lebih sosial dan lebih berorientasi pada manusia. Sedangkan orang yang bangun pagi cenderung lebih mengutamakan berpikir logis.

Tak hanya itu, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion ini juga menunjukkan bahwa orang yang bangun pagi cenderung lebih bahagia. Diduga sebabnya karena jam biologis orang yang bangun pagi pada umumnya lebih sesuai dengan masyarakat.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan Angkatan Udara AS juga menunjukkan bahwa orang yang bangun siang lebih unggul dalam ‘berpikir lateral’. Penelitian lain dari University of Southampton juga menemukan bahwa orang yang bangun siang rata-rata memiliki penghasilan yang lebih besar.

Melihat Perspektif banyak kalangan terhadap naiknya BBM

Minggu, 16 Juni 2013 

Oleh : Muhammad Yasin Fadilah

Kecewa, itulah kata yang pertama kali dikeluarkan ketika pemerintah membuat kebijakan untuk menaikkan BBM menjadi Rp.6.500/liter. Pikiran pertama dampak negatif dari naiknya BBM di inonesia menurut hasil obrolan saya dengan beberapa masyarakat kecil ini berdampak naiknya semua harga pokok dan harga lainya sedangkan survey kedua saya jatuh pada para Buruh pabrik yang berpenghasilan tetap semisal Rp 2,2 jt/bulan otomatis yang akan terjadi banyak nya barang produsen yang beredar dipasaran dan semakin sedikitnya para pembeli dikarenakan faktor input menuju output permasalahan BBM tersebut. Logikanya, para buruh  berpenghasilan tetap dan apabila dalam sebulan biasanya para buruh membeli barang habis Rp 700 rb maka akan naik semisal menjadi Rp 1 jt dan sedangkan gaji tidak naik maka yang terjadi si buruh terebut akan mengurangi pengeluaran yang mereka biasanya lakukan setiap bulan dan secara tidak langsung mengurangi pembeli dan terjadi penumpukan barang di pasar.

Sedangkan dilihat dari perspektif golongan menengah ke atas merasa cuek dan merasa tidak terjadi masalah sedikitpun atau dampak apapun terhadap pengeluaran yang setiap bulan mereka lakukan paling sekitar beberapa orang saja yang menggerutu tentang naiknya harga BBM tersebut. Disisi lain bagi para kaum menengah ke atas biasanya mengeluarkan pengeluaran yang tak dijangkau.

Dilihat dari perspektif Pemerintahan banyak gejolak didalam kenaikan BBM tersebut bagi peneliti politik sebagian besar setuju dan tidak setuju dan berbagai alasan diantaranya :

1. BBM ini bisa menguntungkan partai PD yang menaikkan harga BBM demi mendapatkan benefit yang berlimpah dengan kata lain biaya BBM yang naik tersebut akan menyimpan uang KAS untuk partai tersebut dan dasar fundamental statement tersebut dilihat dari pengalaman pemilu tahun 2009 presiden menaikkan harga BBM dan partai PD yang dinaungi presiden memenangkan pemilu tahun tersebut.

2. dari sisi para pakar ekonomi kenaikkan BBM tersebut bisa menambah pundi-pundi KAS negara indonesia yang selama ini dihabiskan untuk kalangan yang tidak tepat sasaran artinya dampak naiknya harga BBM akan menimbulkan anggaran tahunan negara akan menjadi SURPLUS tidak menjadi DEFISIT tapi akan ada inflasi besar-besaran ini dikarenakan tahun 2015 indonesia akan menjadi tuan rumah perdagangan bebas global baik di asia maupun benua eropa dan arab.

Dilihat dari perspektif masyarakat timur khusunya BBM tersebut tidak masalah naik menjadi berapa saja. itu dikarenakan sebelum berita BBM akan naik rata-rata masyarakat papuan dan timur pedalaman khusunya membeli BBM seharga RP 50.000-Rp.80.000/liter ini dikarenakan jarangnya pasokan bensin yang teratur padahal kota-kota ditimur sering membayar pajak untuk subsidi tersebut.

“Boleh BBM naik berapa saja harganya asalkan pasokan BBM ke daerah timur selalu ada stock dan segera ringkus banyaknya penimbunan BBM yang membuat kelangkaan di setiap SPBU di daerah timur”

IRONIS melihat nya, kelangkaan yang menjadi sebuah pelajaran sebenarnya bagi para pejabat dan petinggi pemerintah yang lain.

Semoga Bermanfaat Thanks

 

 

Penulis

Muhammad Yasin Fadilah 

Ketika sang kacang lupa pada kulitnya

Rabu, 12 Juni 2013

Disusun Oleh : Muhammad Yasin Fadilah Image

Sekian lama berjuang untuk sebuah deklarasi kesuksesan, sekian lama pula perjuangan yang kita alami dilewatkan dengan berbagai pelajaran, berbagai harapan, dan juga keinginan dan tekad penuh untuk bisa melewati segla batu kerikil yang menghadang baik didepan yang non-abstrak maupun dibelakang yang notabene nya abstrak.

Tapi, setingkali ketika kita sudah mencapai kejayaan,mapan dan kesuburan yang diidam-idamkan sejak dulu seringkali seseorang lupa pada sebuah pengalaman pahit yang dialamniya serta aktor pembawa jalan kesuksesan tersebut. Ini bisa jadi bahan pelajaran buat kalian semua yang masih bisa berfikiran jernih artinya masih menjadi tanah merah yang belum mengeras menjadi tanah liat agar supaya tidak mengalami hal tersebut bila mencapai kesuksesan nanti baik di bidang pemerintahan atau apapun.

Dulu, apapun yang diperintahkan orang tua sering ditaati anaknya maka ini juga dampak dari arus globalisasi yang tak terasa jamahnya sedikitpun tapi sekarang segala perintah orang tua bisa dibantah dikarenakan tingkah laku jaman anak sekarang khusunya di indonesia bercondong pada budaya barat yang notabene nya berbeda. Saya sangat menyesalkan hal tersebut identitas masyarakat indonesia yang kental dengan budaya seakan-akan hilang tak terusik seiring berjalanya waktu. IRONIS ! maka saya khawatir saya analisis ada kemungkinan nanti pada saat anak remaja lebih mengikuti trend dari negara barat justru kalangan barat sekarang sedang berbondong-bondong mempelajari budaya kita saya ambil contoh “Harlem Shake” yang sedang menjadi trend kalangan anak muda baik di indonesia maupun negara lain tapi anda lihat trend di negara barat saat ini sebagian kaum barat mempelajari angklung,musik dangdut yang berasal dari indonesia budaya indonesi, Harusnya kalangan remaja kita yang melestarikan. Anda tahu riset yang saya temukan dari berbagai sumber berita yang saat ini beredar dikalangan anak remaja indonesia saat ini, sebagian musik khas budaya indonesia jarang dilestarikan oleh kalangan remaja saat ini mereka lebih condong mengikuti musik barat dan malah addicted terhadap musik tersebut dan merasa gengsi ketika musik budaya indonesia dimainkan oleh temanya.

Meskipun demikian masih ada bebrapa kalangan remaja yang masih mau melstarikan budaya musik budaya khasi indonesia meskipun hanya segelitir orang atau kalangan remaja saja tapi menurut saya membanggakan mereka tidak lupa tidak lupa pada budaya mereka budaya yang menjiwai para orang tuanya dulu dan tidak lupa akan sejarah karena “Sebuah negara bisa maju dan sukses apabila rakyatnya tahu dan mengenang sejarah lahirnya negara mereka” saya masih ingat kata-kata tersebut berasal dari dosen saya dan nilai sejarah tersebut kalau diprosentasekan menjadi nilai yang sangat tak ada duanya itu yang menjadi patokan saya menulis artikel ini guna mengingatkan para kalangan remaja agar tidak terlalu terseret akan arus globalisasi yang tak terkontrol ini dan agar kalagan remaja saat ini bisa mewariskan budaya yang semestinya anak dan cucu kita tahu tapi mereka tidak mengetahui hal tersebut itu akan menjadi penyesalan.

Bukan maksud saya mengintervensi kalangan remaja agar tidak mengikuti perkembangan jaman, TIDAK! tapi perkembangan jaman boleh diikuti asalkan tidak terjerumus didalamnya dan tidak lupa pada kacangnya. Kalau sudah terjadi hal demikian maka bisa jadi nanti anak cucu kita akan mengalami disintegrasi budaya dan menyebabkan kalangan remaja kehilangan semangat perjuangan dan sejarah yang dulu leluhur kita dan kita buat.

Selamat Membaca, Semoga bermanfaat !

 

Muhammad Yasin Fadilah #MYF 

 

Keindahan Sebuah Perjuangan Bila Diakhiri Dengan Kisah Manis

Oleh : Muhammad Yasin Fadilah

Selasa,4 Juni 2013

Perjuangan bermakna kerja keras,tidak malas, giat, rajin, menemukan sebuah kerikil dijalan dan akhirnya terpaku pada kata SUKSES. Apabila seseorang meraih sukses maka ada segelintir perjuangan yang mereka lewati dengan mulus walaupun dijalan banyak penghambat tapi mereka tetap bertahan dan bisa melewati kerikil-kerikil tersebut. Sukses, sepertinya setiap insan manusia yang terlahir bertujuan meraih kesukesan tapi kerap enggan melewati perjuangan.Mengapa?

Makna kata perjuangan ini sering kali dimaknai dalam 2 hal, yakni hal positif dan hal negative dari perjuangan tersebut. Makna positif tersebut menimbulkan kesuksean seseorang dalam melewati sebuah hambatan,  sedangkan makna negative dari perjuangan adalah seringkali mereka yang berjuang mati-matian memaksakan demi melewati hambatan untuk mencapai sukses gagal ditengah jalan dan akhirnya mengalami trauma yyang mendalam sehingga enggan berjuang kembali dan memiliki rasa malas.

Faktot manusia rata-rata enggan berjuang mati-matian karena disebabkan :

  • Pengalaman seseorang yang buruk sehingga orang yang tahu menahu masalah tersebut enggan mengulangi kebobrokan temannya “yang sudah biarlah sudah, jangan terlalu memaksakan”.
  • Biasanya orang takut memperjuangkan hal yang mereka anggap positif maka yang timbul adalah hal negative yang mengganjal mereka sukar dapatkan.
  • Didalam ilmu pengantar ekonomi dijelaskan bahwa setiap kemajuan seseorang pasti aka nada kemunduran dan hal itu harusnya ditanggapi dengan  baik bbahwa kemunduran tersebut bisa cepat terselesaikan apabila ingin mendapatkan kejayaan lagi sama halnya dengan Negara apabila terkena dampak inflasi besar-besaran maka Negara tersebut harusnya sudah mempersiapkan agar supaya tidak mengalami masa kemerosotan jangka panjang (Antisipasi/Rencana yang matang) ungkap Bpk Edi Guridno.
  • Dosen ilmu hukum saya juga tidak lupa mengingatkan ini dikarenakan semakin banyak nya orang yang memulai perjuangan dan tandas ditengah jalan tanpa ada perlawanan apapun “jadikan sebauh kemerosotan baik dalam usaha maupun hal yang lain itu sebagai pelajaran yang membuat kita termotivasi dan anggaplah kemerosotan kita tersebut sebagai ilmu pengetahuan yang baru belajar di sekolah/universitas, apabila menimba ilmu pasti aka nada nilai uang yang hharus dibayar karena kita bisa mendapatkan hak jika ada kewajiban dan kewajiban nyya adalah membayar ilmu tersebut” ungkap Bpk Drs.Teten Naziruddin.  

Maka dari itu perubahan sifat karakter manusia yang semakin lama semakin tidak karuan antara naik ataupun turun bisa kita kendalikan apabila kita mempunyai antisipasi/rencana yang matang logikanya seperti ini apabila kita memulai sebuah usaha otomatis kita harus mempelajari dulu dasar fundamental ilmu kewirausahaan tersebut baik dalam teoritis maupun praktek, apabila memulai usaha tidak dibarengi pengalaman yang cukup maka yang terjadi adalah NOL besar, bisa saja seorang wirausaha memulai titik karirnya tersebut dengan atau tanpa ilmu yg cukup tapi mereka menguasai praktek maka ilmu yang belum ada tersebut lambat-laun akan berbarengan dengan pengalaman di dunia sesungguh nya yakni praktek. Kesalahan fatal yang sering terjadi sebenarnya  pengusaha belum menguasai program yang mereka buat dengan cukup dan alhasil apabila terjun langsung maka proses yang akan terjadi lambat. Sebaliknya, apabila sudah menguasai bidangnya lambat-laun akan segera selesai satu persatu meski banyak kerikilnya.

 

Memperkosa Puisi dalam Kamar Politik Melahirkan Janin Adu Domba-Kebencian dan Teror

Puisi adalah puisi, membacanya seperti deklamasi, manafsirkanya dengan kacamata sastra. Begitulah cara ideal mengenal sebuah karya, Semua di ukur dengan alat ukur yang semestinya. Sehingga muncullah ketepatan dan akurasi penilaianya. Bila tidak maka semua akan menjadi porak poranda yang berakibat kerusakan pada hasil sebuah karya sastra. Menikmati puisi tak ubahnya menikmati makanan lezat, akan semakin terasa kelezatanya saat di memakanya secara perlahan, sedikit demi sedikit, kecapan demi kecapan sehingga setiap rasa yang ada di hidangan tersebut tersentuh oleh syaraf sensorik disisi-sisi lidah. Manis-asam-asin-pahit-kecut dan pedas bisa muncul bersamaan, namun tidak menghilangkan rasa nikmat yang akan muncul sebagimana di maksudkan oleh chef atau koki yang memasaknya.

Tidak semua orang bisa melakukan itu. Ada yang makan dengan cara “glek aja langsung”, langsung di telan. Mulut dan lidah hanya menjadi bagian anatomi dari saluran percernaan belaka. Tidak ada sensasi, tidak ada nikmat atau bahkan yang terjadi adalah tersedak( keselek-keloloden= jawa) atau nyangkut di tenggorokan saluran nafas (chocking). Lebih parah lagi kalau menikmati makanan sperti orang sakit menggunakan sonde lambung (naso gastric tube) seperti pada pasien di rumah sakit, makan dari gelas dan piring langsung masuk ke lambung, tidak ada nikmat sama sekali. Akibatnya si pemakan tidak tahu sama sekali rasa dan maksud makanan itu dibuat kecuali hanya sekedar untuk kenyang saja.

Memakan makanan sebaiknya dengan menggunakan peralatan makan yang cocok untuk memudahkan menyuapnya ke dalam mulut. Untuk makanan berkuah idealnya menggunakan sendok. Untuk makan sate memakai tusuknya. Untuk makan mie dengan sumpit. Cocok. Klop. Jika anda makan nasi pakailah sendok nasi JANGAN MENGGUNAKAN SENDOK PASIR ATAU SCOOP yang terlalu besar, tidak masuk mulut dan akan kocar-kacir kemana-mana nasinya. Jangan juga menggunakan pipet sedotan minum. Tidak klop, nggak matching.

Maksud membuat makanan sejatinya hanya di ketahui oleh koki yang meramunya. Orang yang menikmati hanya bisa mengira-ngira, menafsirkan, membuat ulasan atau cerita sesuai dengan keinginanya. Seperti para host di acara kuliner. Juga akan di pengaruhi oleh latar belakang ideology,budaya,agama,kepercayaan dan maksud menafsirkanya itu. Oleh kaenanya sangat bijak bila kita dapat bertemu lansung dan menanyakan kepada kokinya sebelum membuat penafsiranya, tentu saja bila si koki masih hidup. Apa maksud di buat nasi tumpeng, nasi kuning? Apa makna di buat iwel-iwel dengan bungkus berbeda saat orang jawa melahirkan anak laki-laki atau wanita.Hanya si pembuat pertama yang tahu makna dan maksud sesungguhnya.

Begitupun dengan puisi yang kita nikmati. Namun yang di lakukan Gatot Suwandito dalam tulisanya adalah “MENYERET DAN MENGOTONG PAKSA ” puisi anis matta dalam ruang politik. Bukan ruang sastra, ruang dimana puisi biasa berada. Dalam kamar politik keindahan bahasa dan permainan kata menjadi multi tafsir, jadi terpelintir dan keseleo maknanya.  Di kamar politik Gatot MEMPERKOSA puisi itu. Melampiaskan nafsu dan keinginanya. Memaksakan kehendaknya. Dalam telaah puisi anis itu tentu saja penafsiranya di buat sesuai dengan selera  gatot swandito. Sebuah puisi telah  di ubahnya  menjadi sosok MONSTER TEROR. Terlebih lagi pada pembuka tulisan itu di iringi dan di kait-kaitkan dengan kasus-kasus tertentu sebagai tudung logika pembenaranya.

Coba saja baca dan nikmati cara gatot menuliskanya. Kunyah pelan-pelan tulisan itu dan rasakan sensasi maksudnya. Untuk lebih jelas telaah gatot  tentang puisi itu akan saya tuliskan disini:

1. Presiden PKS Anis Matta memang dikenal sebagai pengagum tokoh teroris Osama bin Laden. Osama baginya adalah teladan mujahid yang gagah berani melawan tirani bangsa-bangsa adidaya

2.Demikian juga dengan Anis Matta, ia bebas mengekspresikan buah pikirannya ke dalam banyak “kanvas”. Puisi “Surat Untuk Osama” dan “Jawaban Osama” jelas merupakan pengagungan Anis terhadap aksi terorisme dunia sekaligus perestuan kepada aksi serupa di tanah air

3.Karena adanya kesamaan sikap pandang tersebut maka bagi Anis Matta puisi tersebut merupakan pengikat soliditas dan gizi bagi militansi kader-kadernya.

4.Jika memang benar sikap Presiden PKS Anis Matta dan para kadernya sebagai pendukung terorisme, maka wajib bagi bangsa Indonesia lainnya untuk mewaspadai gerakan partai dakwah ini.

Dari sebuah puisi gatot membuat analisis politik, bukan analisis sastra. Sepanjang tulisanya gatot menggiring opini pembacanya agar sejalan dengan apa yang dipikirkanya. Yaitu anis matta adalah pendukung terorisme dunia, Anis matta pendukung terorisme di Indonesia, dan PKS serta kader seluruhnya adalah bagian dari itu semua. Entah apa yang di inginkan gatot. “PARA KOMPASIONER CERDAS” tentu bisa menafsirkanya. Apakah ini fitnah, tuduhan atau terror. Sejuta tanggapan bisa di buat  pun semilyar komentar bisa keluar. Untuk berkilah dan berkelit.Tetapi sesungguhnya hanya tuhan dan gatot sendiri yang tahu apa maksud yang terdapat  dalam tulisanya.

Saya tidak sependapat dengan apa yang di tuliskan gatot. Saya hanya mencoba menikmati puisi anis matta sebatas logika bahasa dan sastra atau rasa bahasa dan seni mengolah kata yang ada di dalamnya. Sebagai penikmat puisi dan sastra.

anis matta saat menulis puisi jenis itu adalah ekspresi perlawanan dan kebencian dia terhadap penindasan dan ketidakadilan yang di pertontonkan oleh berbagai pihak. Sifat dasar semua orang sesungguhnya adalah menbenci penindasan, ketidak adilan dan kesewenang wenangan. Dan anis mempersoniikasikanya dalam diri  osama. Ketika dia membuat tokoh osama dalam puisinya karena saat itu osama adalah nama yang selalu di sebut-sebut media sebagai sang penentang para adidaya pada masa itu….andaikan saat itu namanya sang penentang adalah gatot swandito maka anis akan menampilkan gatot swandito sebagai figure sang penentang itu. Penentang pelaku ketidak adilan itu. Dia menyebut tempat-tempat di Indonesia bukan berarti serta merta dia sedang membuat ide terror dan penghancuran NKRI (Indonesia tercinta) sebagimana di tuliskan gatot dalam opininya.

Saya justru menangkap bukanya anis matta dan puisinya yang berpotensi terror bagi Indoesia tapi justru tulisan gatot swandito mungkin saja adalah terror bagi anis matta dan PKSnya. Juga bisa di maknai sebagai terror bagi kompasioner dan bangsa Indonesia pada umumnya. Tulisan yang provokativ. Menyulut permusuhan dan rasa benci pada sesama bangsa Indonesia. Sesama kompasioner. Tulisan yang mengadudomba. Tulisan itu juga menimbulkan orang menjadi kehilangan rasa aman dan ketakutan. Itulah terror yang sebenarnya. Merampas rasa aman dari setiap jiwa. Dengan tulisanya itu gatot sudah menyulut sumbu kebencian dan rasa saling curiga. Akibatnya bisa timbul rasa permusuhan dalam dada sesama anak bangsa. Itukah yang diinginkan?

Ada perbedaan nyata anatara puisi dan opini. Puisi adalah ekpresi jiwa dalam keindahan dan permainan kata. Tidak bermaksud untuk mempengaruhi. Tetapi sebuah opini selalu di tulis dengan maksud dan tujuan tertentu yang sudah jelas arahnya. Bisa berisi  ajakan kebaikan bisa juga hasutan berbuat kejahatan, makar, pemutarbalikan fakta dan lain sebagainya. Kalau dalam tulisanya gatot memberi judul PUISI ANIS MATTA INI MEMBAHAYAKAN NKRI maka saya justru melihat TULISAN GATOT ITU  MEMBAHAYAN NKRI karena berpotensi  memecah belah dan mengadu domba sesama bangsa Indonesia.

JIKA MAKAN NASI PAKAILAH SENDOK  NASI JANGAN GUNAKAN SENDOK PASIR ATAU SCOOP KARENA ITU TERLALU LEBAR, TIDAK AKAN MASUK KE MULUT TAPI JUSTRU NASI AKAN BERTABURAN TAK TENTU ARAHNYA.

Inilah naskah tulisan gatot swandito dalam kompasiana:

PUISI ANIS MATTA INI MEMBAHAYAKAN NKRI

Pagi ini (03/05/2013) sekitar pukul pukul 08.00 terjadi aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso. Waktu dan tempat yang dipilih pelaku adalah senin pagi di mana biasanya anggota polisi melakukan apel pagi. Beruntung apel pagi itu ini tidak dilakukan di tempat biasanya yaitu di depan mushola, tapi dilakukan di halaman belakang Mapolres Poso.

Aksi pemboman di Malpolres Poso sangat mirip dengan aksi yang terjadi pada 15 April 2011 lalu di mana Muhammad Syarif sebagai pelaku meledakkan bom saat berlangsung shalat Jumat di Masjid Az Zikra Mapolresta Cirebon di mana saat itu masjid dalam kondisi penuh. Akibatnya sejumlah korban luka berjatuhan termasuk Kapolres Cirebon Kota AKBP Herukoco.

Pertanyaannya, mengapa harus Poso (lagi)? Apakah Poso, juga Ambon sudah difatwakan sebagai ladang jihad di mana para mujahid menemukan lorong menuju surga? Apa salah Poso?

Yang menarik dalam puisinya yang berjudul “Jawaban Osama” Anis Matta, saat itu masih menjabat Sekjen PKS mengobarkan semangat pendukungnya untuk terus berjihad di Ambon, Ternate, serta Poso. Berikut penggalan puisi Anis Matta yang utuhnya bisa dilihat di beritapks.com.

Saudaraku,

Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid

Utusanku akan datang menemuimu

Membawa sebuah pundi kecil

Itulah darahku,

Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso

Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini

Aku akan datang ke Indonesia

Kamu tahu apa yang akan aku lakukan

Aku hanya mau investasi di negerimu.

“Jawaban Osama” sendiri merupakan sekuel dari puisi “Surat Untuk Osama” yang ditulis Anis Matta pada 2011. Dalam dua puisinya itu Anis membayangkan dirinya berkirim surat kepada Osama lalu menerima balasan suratnya. Presiden PKS Anis Matta memang dikenal sebagai pengagum tokoh teroris Osama bin Laden. Osama baginya adalah teladan mujahid yang gagah berani melawan tirani bangsa-bangsa adidaya. Keberaniannya melawan kesewenang-wenangan AS menginspirasi para aktivis di seluruh penjuru dunia untuk memberontak terhadap kesewenang-wenangan bangsa adidaya yang arogan.

Menulis puisi merupakan bagian dari ekspresi yang tidak berbatas. Puisi tentang pembunuhan Tuhan pun sah-sah saja ditulis. Ekspresi baru membentur batasannya saat dihadirkan ke hadapan publik. Saat itulah publik akan menilai sebuah karya cipta. Saat itulah publik memilih untuk menerima atau menolak buah dari ekspresi.

Demikian juga dengan Anis Matta, ia bebas mengekspresikan buah pikirannya ke dalam banyak “kanvas”. Puisi “Surat Untuk Osama” dan “Jawaban Osama” jelas merupakan pengagungan Anis terhadap aksi terorisme dunia sekaligus perestuan kepada aksi serupa di tanah air. Dan sebagai manusia, tidak ada satu pun larangan bagi Anis untuk tidak menuliskannya. Tetapi, sebagai sekjen sebuah partai besar yang sekaligus bagian dari koalisi seyogyanya Anis Matta memilah karya mana yang pantas dipublikasikan dan mana yang hanya ditumpuk di laci mejanya.

Di sinilah timbul pertanyaan, mengapa Anis Matta memublikasikannya dan kenapa puisi tersebut disebarluaskan oleh banyak situs yang memiliki kedekatan dengan partai yang sekarang dipimpinnya. Apakah Anis Matta dan juga situs-situs tersebut sudah mengetahui pasti kalau pendangan Anis Matta atas terorisme tidak berbeda dengan sikap para kadernya? Karena adanya kesamaan sikap pandang tersebut maka bagi Anis Matta puisi tersebut merupakan pengikat soliditas dan gizi bagi militansi kader-kadernya.

Jika memang benar sikap Presiden PKS Anis Matta dan para kadernya sebagai pendukung terorisme, maka wajib bagi bangsa Indonesia lainnya untuk mewaspadai gerakan partai dakwah ini.

Memperkosa Puisi dalam Kamar Politik Melahirkan Janin Adu Domba-Kebencian dan Teror

Puisi adalah puisi, membacanya seperti deklamasi, manafsirkanya dengan kacamata sastra. Begitulah cara ideal mengenal sebuah karya, Semua di ukur dengan alat ukur yang semestinya. Sehingga muncullah ketepatan dan akurasi penilaianya. Bila tidak maka semua akan menjadi porak poranda yang berakibat kerusakan pada hasil sebuah karya sastra. Menikmati puisi tak ubahnya menikmati makanan lezat, akan semakin terasa kelezatanya saat di memakanya secara perlahan, sedikit demi sedikit, kecapan demi kecapan sehingga setiap rasa yang ada di hidangan tersebut tersentuh oleh syaraf sensorik disisi-sisi lidah. Manis-asam-asin-pahit-kecut dan pedas bisa muncul bersamaan, namun tidak menghilangkan rasa nikmat yang akan muncul sebagimana di maksudkan oleh chef atau koki yang memasaknya.

Tidak semua orang bisa melakukan itu. Ada yang makan dengan cara “glek aja langsung”, langsung di telan. Mulut dan lidah hanya menjadi bagian anatomi dari saluran percernaan belaka. Tidak ada sensasi, tidak ada nikmat atau bahkan yang terjadi adalah tersedak( keselek-keloloden= jawa) atau nyangkut di tenggorokan saluran nafas (chocking). Lebih parah lagi kalau menikmati makanan sperti orang sakit menggunakan sonde lambung (naso gastric tube) seperti pada pasien di rumah sakit, makan dari gelas dan piring langsung masuk ke lambung, tidak ada nikmat sama sekali. Akibatnya si pemakan tidak tahu sama sekali rasa dan maksud makanan itu dibuat kecuali hanya sekedar untuk kenyang saja.

Memakan makanan sebaiknya dengan menggunakan peralatan makan yang cocok untuk memudahkan menyuapnya ke dalam mulut. Untuk makanan berkuah idealnya menggunakan sendok. Untuk makan sate memakai tusuknya. Untuk makan mie dengan sumpit. Cocok. Klop. Jika anda makan nasi pakailah sendok nasi JANGAN MENGGUNAKAN SENDOK PASIR ATAU SCOOP yang terlalu besar, tidak masuk mulut dan akan kocar-kacir kemana-mana nasinya. Jangan juga menggunakan pipet sedotan minum. Tidak klop, nggak matching.

Maksud membuat makanan sejatinya hanya di ketahui oleh koki yang meramunya. Orang yang menikmati hanya bisa mengira-ngira, menafsirkan, membuat ulasan atau cerita sesuai dengan keinginanya. Seperti para host di acara kuliner. Juga akan di pengaruhi oleh latar belakang ideology,budaya,agama,kepercayaan dan maksud menafsirkanya itu. Oleh kaenanya sangat bijak bila kita dapat bertemu lansung dan menanyakan kepada kokinya sebelum membuat penafsiranya, tentu saja bila si koki masih hidup. Apa maksud di buat nasi tumpeng, nasi kuning? Apa makna di buat iwel-iwel dengan bungkus berbeda saat orang jawa melahirkan anak laki-laki atau wanita.Hanya si pembuat pertama yang tahu makna dan maksud sesungguhnya.

Begitupun dengan puisi yang kita nikmati. Namun yang di lakukan Gatot Suwandito dalam tulisanya adalah “MENYERET DAN MENGOTONG PAKSA ” puisi anis matta dalam ruang politik. Bukan ruang sastra, ruang dimana puisi biasa berada. Dalam kamar politik keindahan bahasa dan permainan kata menjadi multi tafsir, jadi terpelintir dan keseleo maknanya.  Di kamar politik Gatot MEMPERKOSA puisi itu. Melampiaskan nafsu dan keinginanya. Memaksakan kehendaknya. Dalam telaah puisi anis itu tentu saja penafsiranya di buat sesuai dengan selera  gatot swandito. Sebuah puisi telah  di ubahnya  menjadi sosok MONSTER TEROR. Terlebih lagi pada pembuka tulisan itu di iringi dan di kait-kaitkan dengan kasus-kasus tertentu sebagai tudung logika pembenaranya.

Coba saja baca dan nikmati cara gatot menuliskanya. Kunyah pelan-pelan tulisan itu dan rasakan sensasi maksudnya. Untuk lebih jelas telaah gatot  tentang puisi itu akan saya tuliskan disini:

1. Presiden PKS Anis Matta memang dikenal sebagai pengagum tokoh teroris Osama bin Laden. Osama baginya adalah teladan mujahid yang gagah berani melawan tirani bangsa-bangsa adidaya

2.Demikian juga dengan Anis Matta, ia bebas mengekspresikan buah pikirannya ke dalam banyak “kanvas”. Puisi “Surat Untuk Osama” dan “Jawaban Osama” jelas merupakan pengagungan Anis terhadap aksi terorisme dunia sekaligus perestuan kepada aksi serupa di tanah air

3.Karena adanya kesamaan sikap pandang tersebut maka bagi Anis Matta puisi tersebut merupakan pengikat soliditas dan gizi bagi militansi kader-kadernya.

4.Jika memang benar sikap Presiden PKS Anis Matta dan para kadernya sebagai pendukung terorisme, maka wajib bagi bangsa Indonesia lainnya untuk mewaspadai gerakan partai dakwah ini.

Dari sebuah puisi gatot membuat analisis politik, bukan analisis sastra. Sepanjang tulisanya gatot menggiring opini pembacanya agar sejalan dengan apa yang dipikirkanya. Yaitu anis matta adalah pendukung terorisme dunia, Anis matta pendukung terorisme di Indonesia, dan PKS serta kader seluruhnya adalah bagian dari itu semua. Entah apa yang di inginkan gatot. “PARA KOMPASIONER CERDAS” tentu bisa menafsirkanya. Apakah ini fitnah, tuduhan atau terror. Sejuta tanggapan bisa di buat  pun semilyar komentar bisa keluar. Untuk berkilah dan berkelit.Tetapi sesungguhnya hanya tuhan dan gatot sendiri yang tahu apa maksud yang terdapat  dalam tulisanya.

Saya tidak sependapat dengan apa yang di tuliskan gatot. Saya hanya mencoba menikmati puisi anis matta sebatas logika bahasa dan sastra atau rasa bahasa dan seni mengolah kata yang ada di dalamnya. Sebagai penikmat puisi dan sastra.

anis matta saat menulis puisi jenis itu adalah ekspresi perlawanan dan kebencian dia terhadap penindasan dan ketidakadilan yang di pertontonkan oleh berbagai pihak. Sifat dasar semua orang sesungguhnya adalah menbenci penindasan, ketidak adilan dan kesewenang wenangan. Dan anis mempersoniikasikanya dalam diri  osama. Ketika dia membuat tokoh osama dalam puisinya karena saat itu osama adalah nama yang selalu di sebut-sebut media sebagai sang penentang para adidaya pada masa itu….andaikan saat itu namanya sang penentang adalah gatot swandito maka anis akan menampilkan gatot swandito sebagai figure sang penentang itu. Penentang pelaku ketidak adilan itu. Dia menyebut tempat-tempat di Indonesia bukan berarti serta merta dia sedang membuat ide terror dan penghancuran NKRI (Indonesia tercinta) sebagimana di tuliskan gatot dalam opininya.

Saya justru menangkap bukanya anis matta dan puisinya yang berpotensi terror bagi Indoesia tapi justru tulisan gatot swandito mungkin saja adalah terror bagi anis matta dan PKSnya. Juga bisa di maknai sebagai terror bagi kompasioner dan bangsa Indonesia pada umumnya. Tulisan yang provokativ. Menyulut permusuhan dan rasa benci pada sesama bangsa Indonesia. Sesama kompasioner. Tulisan yang mengadudomba. Tulisan itu juga menimbulkan orang menjadi kehilangan rasa aman dan ketakutan. Itulah terror yang sebenarnya. Merampas rasa aman dari setiap jiwa. Dengan tulisanya itu gatot sudah menyulut sumbu kebencian dan rasa saling curiga. Akibatnya bisa timbul rasa permusuhan dalam dada sesama anak bangsa. Itukah yang diinginkan?

Ada perbedaan nyata anatara puisi dan opini. Puisi adalah ekpresi jiwa dalam keindahan dan permainan kata. Tidak bermaksud untuk mempengaruhi. Tetapi sebuah opini selalu di tulis dengan maksud dan tujuan tertentu yang sudah jelas arahnya. Bisa berisi  ajakan kebaikan bisa juga hasutan berbuat kejahatan, makar, pemutarbalikan fakta dan lain sebagainya. Kalau dalam tulisanya gatot memberi judul PUISI ANIS MATTA INI MEMBAHAYAKAN NKRI maka saya justru melihat TULISAN GATOT ITU  MEMBAHAYAN NKRI karena berpotensi  memecah belah dan mengadu domba sesama bangsa Indonesia.

JIKA MAKAN NASI PAKAILAH SENDOK  NASI JANGAN GUNAKAN SENDOK PASIR ATAU SCOOP KARENA ITU TERLALU LEBAR, TIDAK AKAN MASUK KE MULUT TAPI JUSTRU NASI AKAN BERTABURAN TAK TENTU ARAHNYA.

Inilah naskah tulisan gatot swandito dalam kompasiana:

PUISI ANIS MATTA INI MEMBAHAYAKAN NKRI

Pagi ini (03/05/2013) sekitar pukul pukul 08.00 terjadi aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso. Waktu dan tempat yang dipilih pelaku adalah senin pagi di mana biasanya anggota polisi melakukan apel pagi. Beruntung apel pagi itu ini tidak dilakukan di tempat biasanya yaitu di depan mushola, tapi dilakukan di halaman belakang Mapolres Poso.

Aksi pemboman di Malpolres Poso sangat mirip dengan aksi yang terjadi pada 15 April 2011 lalu di mana Muhammad Syarif sebagai pelaku meledakkan bom saat berlangsung shalat Jumat di Masjid Az Zikra Mapolresta Cirebon di mana saat itu masjid dalam kondisi penuh. Akibatnya sejumlah korban luka berjatuhan termasuk Kapolres Cirebon Kota AKBP Herukoco.

Pertanyaannya, mengapa harus Poso (lagi)? Apakah Poso, juga Ambon sudah difatwakan sebagai ladang jihad di mana para mujahid menemukan lorong menuju surga? Apa salah Poso?

Yang menarik dalam puisinya yang berjudul “Jawaban Osama” Anis Matta, saat itu masih menjabat Sekjen PKS mengobarkan semangat pendukungnya untuk terus berjihad di Ambon, Ternate, serta Poso. Berikut penggalan puisi Anis Matta yang utuhnya bisa dilihat di beritapks.com.

Saudaraku,

Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid

Utusanku akan datang menemuimu

Membawa sebuah pundi kecil

Itulah darahku,

Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso

Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini

Aku akan datang ke Indonesia

Kamu tahu apa yang akan aku lakukan

Aku hanya mau investasi di negerimu.

“Jawaban Osama” sendiri merupakan sekuel dari puisi “Surat Untuk Osama” yang ditulis Anis Matta pada 2011. Dalam dua puisinya itu Anis membayangkan dirinya berkirim surat kepada Osama lalu menerima balasan suratnya. Presiden PKS Anis Matta memang dikenal sebagai pengagum tokoh teroris Osama bin Laden. Osama baginya adalah teladan mujahid yang gagah berani melawan tirani bangsa-bangsa adidaya. Keberaniannya melawan kesewenang-wenangan AS menginspirasi para aktivis di seluruh penjuru dunia untuk memberontak terhadap kesewenang-wenangan bangsa adidaya yang arogan.

Menulis puisi merupakan bagian dari ekspresi yang tidak berbatas. Puisi tentang pembunuhan Tuhan pun sah-sah saja ditulis. Ekspresi baru membentur batasannya saat dihadirkan ke hadapan publik. Saat itulah publik akan menilai sebuah karya cipta. Saat itulah publik memilih untuk menerima atau menolak buah dari ekspresi.

Demikian juga dengan Anis Matta, ia bebas mengekspresikan buah pikirannya ke dalam banyak “kanvas”. Puisi “Surat Untuk Osama” dan “Jawaban Osama” jelas merupakan pengagungan Anis terhadap aksi terorisme dunia sekaligus perestuan kepada aksi serupa di tanah air. Dan sebagai manusia, tidak ada satu pun larangan bagi Anis untuk tidak menuliskannya. Tetapi, sebagai sekjen sebuah partai besar yang sekaligus bagian dari koalisi seyogyanya Anis Matta memilah karya mana yang pantas dipublikasikan dan mana yang hanya ditumpuk di laci mejanya.

Di sinilah timbul pertanyaan, mengapa Anis Matta memublikasikannya dan kenapa puisi tersebut disebarluaskan oleh banyak situs yang memiliki kedekatan dengan partai yang sekarang dipimpinnya. Apakah Anis Matta dan juga situs-situs tersebut sudah mengetahui pasti kalau pendangan Anis Matta atas terorisme tidak berbeda dengan sikap para kadernya? Karena adanya kesamaan sikap pandang tersebut maka bagi Anis Matta puisi tersebut merupakan pengikat soliditas dan gizi bagi militansi kader-kadernya.

Jika memang benar sikap Presiden PKS Anis Matta dan para kadernya sebagai pendukung terorisme, maka wajib bagi bangsa Indonesia lainnya untuk mewaspadai gerakan partai dakwah ini.